Frend.... BROO... kawan semua.. TIDAK ADA YANG maRAh...AND TIDAK ADA pula YANG akan SEWOT... SILAHKAN frend broo kawan KOMENTARI...SARANI seneni utowo diTANGGAPI.... APRESIASI juga oke.... utk yg terakhir tentu gua ucapin teRIMA KASIH...
Senin, 11 September 2023
GADO GADO
PENAMPAKAN PERTAMA BERDIRI KOKOH GEDUNG BALAIKOTA
Belum lengkap kalau belum dihidangi Buah
Ya Ya
Kalu Berpergian Bisa Dengan Ini Dong
Di Belakang Layar Kali
Selamat Istirahat
Selasa, 08 Agustus 2023
SAMBUT HUT RI AGUSTUSAN 2023
BERBAGAI KEMERIAHAN ALA PEGAWAI DARI BERBAGAI OPD DI KOTA MALANG
TIM DISKOMINFO PBB TAHUN 2023
PENAMPILAN TIM DISKOMINFO DI DEPAN JURI BALAIKOTA
SUPORTER OLEH KELUARGA BESAR DISKOMINFO
DI STADION TEMPAT LAIN IKUT SUPORTER EGRANG
NO PESERTA TIM DISKOMINFO
SUPORTER TIM
TIM PENONTON
GEMBIRA RIA SEMUA SELAMAT HUT RI KE 78 SEMOGA TAMBAH JAYA JAYA JAYA
surat 35 ayat 29 fatir lebih kurang artinya Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
Senin, 17 Juli 2023
DIRGAHAYU KOPERASI INDONESIA KE-76, 2023
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2023 pukul 13.00 - 15.00 WIB tempat di Gedung Tenis Indoor GBK Senayan, Jakarta
lokasi sekitar tempat acara
suasana sebelum acara dimulai
sedan acara
Bodyguard Bodyguard gagah berani
Tabrani, Sh. M.Hum,. Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintah dan Politik Kota Malang mewakilI Bapak Drs, H. Sutiaji Walikota Malang yang diundang layak mendapatkan penghargaan sebagai PEMBINA KOPERASI ANDALAN
Jumat, 07 Juli 2023
SEKILAS INFO GIAT RUTIN YANG DIBUAT
Liburan ala tanfa rencana
Sebuah buahan yang mengiyurkan segar dan baik sekali dicerna saat saat santai gembira
persiapan TIM goes rutin bersama...
Hohoho berjam jam sebelumnya sudah mempersiapkan peralatan..
Disisi lain urusan sarana prasarana kerja sudahkah diamankan?
SELAMAT BERAKTIFITAS SAUDARA DULUR SEMOGA LANCAR DAN SESUAI RENCANA JANGAN LUPA BISMILLAH...
Senin, 12 Juni 2023
ANTARA HOBI, OLAHRAGA KESENANGAN, CERITA ALA KAMPUNG DI LINGKUNGAN LOOR.!!!!!
Rundingan koordinasi jalur arah yang ditempuh lor... beberpa sahabat teman belum bisa bergabung....
Kelihatan jalurnya rata ya padahal jalurnya cukup panjang,,, cukuplah berolahraga tanjak dari bawah sana tu... jangan surut loor... semangat dan semangat... terus besok besok belum tentu bisa kita menikmati olahraga ini, keindahan seperti ini... hawa sejuk, di ketinggian daerah seperti ini seger...
Kegembiraan apalagi yang bisa kamu dustakan??? bisa berkumpul bersama teman teman sehobi sekelompok... duduk berpoto poto bareng.... hah!! menikmati kegembiraan olah raga bersama... menghilangkan kepenatan... ada cerita cerita gembira yang bisa di bagi,,,, dokumentasikan...
Malang BTU, Minggu 11 Juni 2023
Minggu, 04 Juni 2023
Peningkatan Kapasitas SDM...
Di Hotel Singhasari Resort Batu tempat mengadakan Peningkatan SDM selama 2 hari 1 Malam, tanggal 30 sd 31 Juni 2023, dengan mendatangkan pematri Pusat dan Daerah tentu banyak pengetahuan yang didapat.
Hotel Singhasari Resort
Seni intalasi di ruangan menyapa, cukup menarik setiap tamu yang hadir melihat...
Suasana taman di lihat dari kamar inap hotel wah menyegarkan
Sesaat pose penerima tamu persilahkan absensi kehadiran peserta
Persiapan kesiapan ruangan sebelum acara dimulai siiip
Senin, 29 Mei 2023
SALAM SEHAT
Pagi yang indah cerah, hirul pikuk warga menikmati suasana olah raga pagi, hari minggu pagi di lapangan Rapal Kota Malang... entah kapan lagi ada waktu senggang dan kesenpatan... jangan lewatkan bila memungkinkan kawan... sungguh sambil menikmati bubur ketan kacang hijau... ho ho hoo hoooo,,, semonggo dan semoga yang lagi sakit segera diberi kesembuhan yang lagi buring bengong diberi keceriaan keluasan rizki sumringah... Sssset jangan lupa bersyukur ya....
Senin, 15 Mei 2023
Selasa, 09 Mei 2023
4 PILAR LITERASI DIGITAL
1. Etika Digital
2. Budaya Digital
3. Keterampilan Digital
4. Keamanan Digital
1. Etika Digital
Etika digital merupakan kemampuan seorang individu dalam menyadari, menyesuaikan diri, dan juga menerapkan etika digital atau netiquet saat berselancar di dunia digital. Contoh lain lagi dari etika digital adalah tidak menyebarkan berita yang bohong sehingga tidak melakukan perundungan di dunia maya.
2. Budaya Digital
Pilar selanjutnya dalam literasi digital adalah budaya digital. Budaya digital merupakan hasil dari kreasi dan juga karya manusia yang berbasis pada teknologi internet. Biasanya, budaya digital ini akan dapat tercermin melalui bagaimana cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan juga berkomunikasi di dunia digital.
3. Keterampilan Digital
Pilar ketiga adalah keterampilan digital. Keterampilan digital artinya kemampuan untuk secara efektif, melakukan evaluasi, dan juga membuat informasi dengan menggunakan berbagai teknologi digital. Hampir sama sifatnya seperti budaya digital, terdapat salah satu keterampilan digital yakni penggunaan media sosial dan juga platform belanja.
4. Keamanan Digital
Terakhir adalah keamanan digital. Keamanan digital merupakan upaya atau aktivitas yang bertujuan mengamankan kegiatan digital. Kerap kita temui, penggunaan teknologi digital ini dilengkapi dengan penggunaan password atau OTP yang diperlukan verifikasi untuk mengaksesnya.
Hal ini dilakukan bukan semata untuk mempersulit pekerjaan manusia, akan tetapi penggunaan tersebut atau istilahnya cyber security adalah upaya untuk menjaga keamanan penggunaan teknologi digital yang digunakan oleh masyarakat untuk menjaga data dan sebagainya yang ada di dalamnya.
Keempat pilar literasi digital yang dirancang tadi disesuaikan dengan kerangka literasi digital yang sudah ada pada 2020, yang mana terdapat 3 pilar di dalam kerangka 2020 meliputi informasi dan literasi data, berpikir kritis, dan juga kemampuan teknologi yang kemudian masuk ke dalam aspek cakap digital.
Pilar kemampuan berkomunikasi kemudian masuk ke dalam budaya digital, dan pilar etika dalam teknologi masuk ke dalam pilar etika digital. Mengenai soal keamanan pribadi dan juga keamanan perangkat, tergabung ke dalam aspek keamanan digital. Sehingga dengan adanya pilar literasi digital tersebut, akan lebih mudah untuk mengukur tingkat literasi digital di masyarakat.
Contoh Penerapan Literasi Digital
1. Contoh Literasi Digital di Rumah
• Berkomunikasi dengan orang tua menggunakan media sosial
• Menggunakan internet dan laptop di rumah untuk kegiatan bermanfaat.
• Menonton film melalui platform resmi dan legal.
• Melihat tutorial yang memudahkan membantu pekerjaan rumah, misalnya tutorial memasak, memasang barang, dan lain-lain.
• Mendengarkan lagu melalui platform resmi dan legal.
• Menggunakan handphone untuk mengirim e-mail atau berkirim pesan.
• Mencari informasi di internet.
• Mengakses YouTube untuk melihat video dan membuat barang di rumah.
• Berpartisipasi dalam seminar online di rumah.
2. Contoh Literasi Digital di Sekolah dan Kampus
• Menggunakan e-mail untuk mengirim tugas.
• Menggunakan aplikasi meeting online untuk pembelajaran secara online.
• Menggunakan internet untuk pencarian menggunakan browser.
• Memaksimalkan penggunaan laptop dan jaringan internet untuk mengerjakan tugas dari sekolah.
• Menggunakan handphone untuk membuat tugas sekolah.
• Menggunakan papan tulis interaktif di sekolah dan mengizinkan siswa menggunakannya.
• Membuat konten pelajaran online yang dapat digunakan di dalam maupun di luar kelas.
3. Contoh Literasi Digital di Masyarakat
• Menggunakan WhatsApp untuk membuat grup PKK.
• Memaksimalkan meeting online untuk pertemuan tingkat kelurahan.
• Melakukan promosi penjualan dagangan ke masyarakat melalui media sosial.
• Menggalang dana atau mengumpulkan donasi dengan internet.
• Menggunakan website untuk menulis perkembangan informasi di masyarakat.
And Dan lain lain ..
Jumat, 05 Mei 2023
Kamis, 04 Mei 2023
Saduran Motivasi
1. Milikilah keyakinan bahwa masa depan anda pasti cerah. Pertahankanlah keyakinan itu apapun yang terjadi Dengan memiliki keyakinan yang positif anda sudah melangkah maju ke depan.Orang yang yakin berhasil cenderung sukses,orang yang pesimis biasanya GAGAL.
2. Kenalilah potensi diri,kelebihan dan kekurangan anda. Kalau mengalami kesulitan ,mintalah bantuan teman atau psikolog.Semakin anda mengenal potensi diri semakin mudah bagi anda untuk menentukan tujuan.
3. TETAPKANLAH TUJUAN DENGAN JELAS. Tanpa tujuan yang jelas, anda akan kehilangan arah setelah anda menetapkan tujuan,anda bisa menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk sampai tujuan.
4. BERGERAKLAH SELANGKAH DEMI SELANGKAH UNTUK MEWUJUDKAN CITA-CITA DENGAN USAHA YANG KERAS. Kalau anda pelajar,belajarlah sebaik mungkin Kalau anda pengurus organisasi,jadilah pengurus yang bisa diandalkan.Kegiatan apapun yang anda jalankan dengan baik di masa sekarang,akan sangat menunjang sukses di masa depan.
5. HADAPILAH HAMBATAN DENGAN PENUH KEBERANIAN. Semakin tinggi yang ingin anda raih, semakin tinggi hambatan yang akan dilalui. Hambatan akan tampak menakutkan bila mata kita tidak terarah pada tujuan.
6. BELAJARLAH WAKTU SEBAIK MUNGKIN. Sukses anda terletak pada puteran waktu.Itu berarti anda hidup dengan jadwal yang ketat.Yang penting anda bisa mendisiplin waktu.
7.GUNAKANLAH KEKUATAN IMAJINASI. Menurut para ahli,imajinasi bisa menggerakan kekuatan terpendam ( pikiran bawah sadar ).
8.KEMBANGKANLAH KEKUATAN ANDA SECARA OPTIMAL.
9.MILIKILAH JARINGAN SOSIAL SELUAS-LUASNYA.
10. BERDOA.
Oleh.KH Abdullah Gymnastiar
2. Kenalilah potensi diri,kelebihan dan kekurangan anda. Kalau mengalami kesulitan ,mintalah bantuan teman atau psikolog.Semakin anda mengenal potensi diri semakin mudah bagi anda untuk menentukan tujuan.
3. TETAPKANLAH TUJUAN DENGAN JELAS. Tanpa tujuan yang jelas, anda akan kehilangan arah setelah anda menetapkan tujuan,anda bisa menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk sampai tujuan.
4. BERGERAKLAH SELANGKAH DEMI SELANGKAH UNTUK MEWUJUDKAN CITA-CITA DENGAN USAHA YANG KERAS. Kalau anda pelajar,belajarlah sebaik mungkin Kalau anda pengurus organisasi,jadilah pengurus yang bisa diandalkan.Kegiatan apapun yang anda jalankan dengan baik di masa sekarang,akan sangat menunjang sukses di masa depan.
5. HADAPILAH HAMBATAN DENGAN PENUH KEBERANIAN. Semakin tinggi yang ingin anda raih, semakin tinggi hambatan yang akan dilalui. Hambatan akan tampak menakutkan bila mata kita tidak terarah pada tujuan.
6. BELAJARLAH WAKTU SEBAIK MUNGKIN. Sukses anda terletak pada puteran waktu.Itu berarti anda hidup dengan jadwal yang ketat.Yang penting anda bisa mendisiplin waktu.
7.GUNAKANLAH KEKUATAN IMAJINASI. Menurut para ahli,imajinasi bisa menggerakan kekuatan terpendam ( pikiran bawah sadar ).
8.KEMBANGKANLAH KEKUATAN ANDA SECARA OPTIMAL.
9.MILIKILAH JARINGAN SOSIAL SELUAS-LUASNYA.
10. BERDOA.
Oleh.KH Abdullah Gymnastiar
Rabu, 31 Juli 2019
Minggu, 22 Juli 2018
Rabu, 07 Maret 2018
Rabu, 28 Februari 2018
Sejarah
Catatan dari http://nabimuhammad.info/perang-perang-dalam-sejarah-islam/
Perang Perang Dalam Sejarah Islam
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dalam sejarah awal agama Islam, tercatat Rasulullah melakukan berbagai perang terhadap kaum kafir. Perang perang tersebut paling banyak dilakukan ketika harus melawan kaum kafir Quraisy, kemudian melawan Romawi. Perang perang tersebut dipimpin oleh para panglima perang Islam yang dengan gagah berani sekuat tenaga melawan musuh musuh Islam.Berikut adalah urutan urutan perang dan sejumlah perjanjian damai penting yang dilakukan semasa Rasulullah.
- Bentrokkan Pertama atau Perang Badar Kecil dan masih berbentuk sariyyah terjadi beberapa kali yakni
- Tahun 623 M / 1 H, bulan Rajab : Sariyyah Abdullah bin Jahsy. Ini adalah sariyyah atau satuan satuan pasukan Islam yang pertama yang dibentuk Rasulullah. Pada waktu itu bulan Rajab [ yang merupakah bulan haram ] tahun pertama Hijriah.
- Tahun 623 M / 1 H, bulan Syaban : Sariyyah Hamzah, pada bulan ke 8 [ Sya’ban ] Tahun Pertama Hijriah
- Tahun 623 M / 1 H, bulan Syawal : Sariyyah Ubaidah bin Harits merupakan satuan perang ketiga yang dikirim Rasulullah setelah pasukan Hamzah gagal tanpa ada hasil. Pasukan perang ini dikirim Rasulullah pada bulan ke 10 [ Syawal ] tahun pertama Hijriah.
- perang Al Abwa atau Waddan,
- Buwath,
- Safwan dan
- Asyirah
- Perang Badar. Ramadhan tahun 2 Hijriyah atau Tahun 624 M
- Perang Bani Qainuqa’. Setelah perang Badar
- Perang Bani Nadhir. 6 bulan setelah perang Badar. *Beberapa ahli sejarah Islam, menyebut perang atau pengusiran Bani Nadhir terjadi setelah perang Uhud, tepatnya pada bulan Rabi’ul Awwal, tahun ke-4 Hijriyah.
- Perang Uhud. 7 Syawal 3 H atau 22 Maret 625 M
- Perang Khandaq atau Perang Al Ahzab. Bulan Syawal Tahun 5 H atau Tahun 627 M.
- Perang Bani Khuza’ah atau Perang Bani Musthaliq Atau Muraisi. Bulan Sya’ban tahun 5 Hijriyah atau Tahun 627 M.
- Perang Bani Quraizhah. Awal Dzulhijjah pada tahun ke-5 hijriyah atau Tahun 627 M.
- Perjanjian Hudaibiyah. pada 6 Hijriah atau 628 Masehi bulan Dzulkaidah
- Perang Khaibar. Terjadi pada tahun 7 H atau 629 M
- Perang Mu’tah. Terjadi pada 5 Jumadil Awal 8 H atau 629 M.
- Fathu Mekkah. Terjadi pada 10 Ramadhan tahun 8 H atau 629 M.
- Perang Hunain. Terjadi 10 Syawwal tahun 8 H.
- Perang Thaif. Beberapa minggu setelah perang Hunain.
- Perang Tabuk. Terjadi 6 bulan setelah pengepungan Thaif, yakni pada bulan Rajab tahun ke 9 H atau 630 M.
Berikut adalah perang perang yang terjadi yang melibatkan umat Islam, setelah Rasulullah wafat :
Ibnu Sa’d menyebutkan dalam kitabnya “at-Thabaqatul Kubra” bahwa jumlah Ghazwah Rasulullah ﷺ adalah sebanyak 27 kali, dan jumlah Sariyyah adalah sebanyak 47.
Sedangkan jumlah peperangan yang Rasulullah ﷺ ikut berperang serta didalamnya adalah 9 kali. yaitu sebagai berikut:
Perlu dicatat bahwa Ghazwah pertama yaitu Ghazwah al-Abwaa’ dan Sariyyah pertama adalah Sariyyah Hamzah bin Abdul Muththalib
Dalam melakukan perang perang Islam tersebut, Rasulullah ﷺ kerap turun langsung ke medan pertempuran [ Ghazwah ] tetapi kadang juga perang terjadi atas perintah Rasulullah ﷺ tanpa Rasulullah ﷺ turun langsung ke medan pertempuran. Artinya bendera perang diserahkan kepada panglima perang yang ditunjuk Rasulullah ﷺ.
Ghazwah [ Pertempuran yang Rasulullah ﷺ ikut serta, baik Rasulullah sebagai Panglima maupun para sahabat yang ditunjuk ]
Waddan – Buwath – Safwan – Asyirah – Badar – Sawiq – Qaynuqa – Bahran – Al-Kidr – Hamra’ al-Asad – Uhud – Dzi Amr – Dzatu al-Riqa` – Dumatul Jandal – Khandaq – Bani Quraizhah – Bani Mustaliq – Bani Lahyan – Al-Gabah – Fathu Makkah – Khaybar – Khaybar – Hunayn – Tha’if – Tabuk – Eid – Zakat – Thi Amr – Ghatfan – Bahran – Al-Asad – Badru Ukhra – Bani Nadhir – Thi Qerd – Hudaybiyyah – Awtas – Hawazan
Sariyyah [ Pertempuran yang terjadi atas perintah Rasulullah ﷺ, tetapi Rasulullah tidak ikut serta ] :
Penyergapan – Qirdah – Mu’tah – Dzatu as-Salasil – Yarmuk – Pengepungan Nakhla – Penyergapan Najd – Penyergapan Al-Is – Bani Sulaim – Invasi al-Khabt – Ekspedisi Batn Edam – Ekspedisi Qatan
Mengapa Rasulullah mengirimkan pasukan pasukan [ sariyyah ] lebih dulu ketimbang kafir Quraisy?
Satuan-satuan [ sariyyah ] yang mula-mula ini tidak lain maksudnya supaya pihak Quraisy mengerti, bahwakepentingan mereka sebenarnya bergantung kepada adanya saling pengertian dengan pihak Muslimin yang juga dari keluarga mereka, yang telah terpaksa keluar dari Mekah, karena mengalami tekanan-tekanan.
Pengertian ini berarti bahwa kedua belah pihak harus menghindari adanya bencana permusuhan dan kebencian serta menjamin bagi pihak Islam adanya kebebasan menjalankan dakwah agama, dan bagi pihak Mekah adanya keselamatan dan keamanan perdagangan mereka dalam perjalanannya ke Syam.
Sebenarnya perdagangan yang dikirimkan dari Mekah dan Ta’if dan yang didatangkan ke Mekah dari bagian Selatan, adalah perdagangan yang cukup besar. Sebuah kafilah adakalanya berangkat dengan 2.000 unta dengan muatan seharga lebih dan 50.000 dinar. Menurut perkiraan Sprenger ekspor Mekah setiap tahunnya mencapai jumlah 250.000 dinar atau kira-kira 160.000 pounsterling. Apabila bagi pihak Quraisy sudah pasti bahwa bahaya yang mengancam perdagangan ini datangnya dari anak negeri sendiri yang kini sudah mengungsi ke Medinah, hal ini telah membuatnya berpikir-pikir dalam hal mengadakan saling pengertian dengan mereka, suatu saling pengertian yang memang diharapkan oleh pihak Muslimin, yakni jaminan adanya kebebasan melakukan dakwah agama serta kebebasan memasuki Mekah dan melakukan tawaf di Ka’bah. Tetapi saling pengertian demikian ini takkan ada kalau Quraisy tidak dapat memperhitungkan
kekuatan pihak Muhajirin dari anak negerinya sendiri itu, yang kini akan mencegat dan menutup jalan lalu-lintas perdagangannya.
Inilah yang menurut penafsiran saya yang menyebabkan Hamzah dan rombongannya dari kalangan Muhajirin kembali, setelah berhadapan dengan Abu Jahl b. Hisyam di pantai Jazirah, begitu keduanya dilerai oleh Majdi b. ‘Amr. Selanjutnya seringnya satuan-satuan Muslimin itu menuju rute perdagangan pihak Mekah dengan suatu jumlah yang sukar sekali dapat dibayangkan bahwa mereka sedang menuju perang, dapat ditafsirkan demikian. Juga ini pula yang mengartikan betapa besarnya hasrat Nabi – setelah melihat kecongkakan Quraisy dan sikapnya dalam menghadapi kekuatan Muhajirin – ingin mengadakan perdamaian dengan kabilah-kabilah yang tinggal di sepanjang rute perdagangan itu serta mengadakan persekutuan dengan mereka yang beritanya tentu akan sampai juga kepada Quraisy. Dengan itu kalau-kalau mereka mau insaf dan kembali memikirkan perlunya ada saling pengertian dan persetujuan itu.
Pendapat ini kuat sekali landasannya, yakni bahwa dalam perjalanan Nabi a.s. ke Buwat dan ‘Usyaira itu tidak sedikit kalangan Anshar dari penduduk Medinah yang menyertainya. Padahal Anshar itu hanya berikrar untuk mempertahankannya, bukan untuk melakukan serangan bersama-sama. Hal ini akan jelas terlihat dalam Perang Besar Badr, tatkala Muhammad kemudian kembali tanpa melakukan pertempuran, yang juga disetujui oleh orang-orang Medinah. Apabila pihak Anshar memang tidak melihat adanya suatu pelanggaran terhadap ikrar mereka jika Muhammad mengadakan perjanjian dengan pihak lain, ini tidak berarti bahwa mereka juga harus ikut memerangi penduduk Mekah. Bagi ke duanya alasan berperang yang akan dibenarkan oleh etik Arab atau oleh tata hubungan mereka satu sama lain, tidak ada. Meskipun dalam perjanjian-perjanjian perdamaian yang diadakan Muhammad guna memperkuat kedudukan Medinah di samping melemahkan tujuan dagang Quraisy itu merupakan suatu proteksi, namun hal ini samasekali tidak berarti sama dengan suatu pengumuman perang atau sesuatu usaha lain kearah itu.
Jadi pendapat yang mengatakan bahwa keberangkatan satuan-satuan Hamzah, ‘Ubaida bin’l-Harith dan Sa’d bin Abi Waqqash hanya untuk memerangi Quraisy, dan menamakannya sebagai suatu penyerbuan, sukar sekali dapat dicernakan. Juga adanya pendapat bahwa kepergian Muhammad ke Abwa’, Buwat dan ‘Usyaira tidak lain dan suatu penyerbuan, adalah sangat dibuat-buat, yang pada dasarnya sudah tertolak oleh keberatan-keberatan yang kami kemukakan tadi. Penulis-penulis riwayat hidup Muhammad yang telah mengambil alih pendapat tersebut tidak lain memperlihatkan bahwa mereka menulis peri hidup Muhammad itu baru pada akhir-akhir abad kedua Hijrah, dan bahwa mereka sangat terpengaruh oleh adanya peperangan-peperangan yang terjadi kemudian sesudah Perang Besar Badr. Segala bentrokan-bentrokan yang terjadi sebelum itu, yang tujuannya bukan untuk berperang, lalu mereka anggap sebagai peperangan, yang dikaitkan pula pada peristiwa-peristiwa kaum Muslimin masa Nabi.
Dibalik satuan-satuan dan ekspedisi-ekspedisi bersenjata ini barangkali masih ada tujuan lain yang dimaksud oleh Muhammad. Barangkali maksudnya akan menakut-nakuti orang-orang Yahudi tinggal di Medinah dan sekitarnya. Kita sudah menyaksikan, bahwa ketika Muhammad baru sampai di Medinah, pihak Yahudi berhasrat hendak merangkulnya. Akan tetapi setelah mereka mengadakan perjanjian perdamaian dan persetujuan akan kebebasan mengadakan dakwah agama serta melaksanakan upacara dan kewajiban agama, begitu mereka melihat keadaan Muhammad yang stabil dan panji Islam yang megah dan menjulang tinggi, mulai mereka membalik memusuhi Nabi dan berusaha hendak menjerumuskannya. Kalaupun dalam melakukan permusuhan ini mereka tidak berterus-terang karena dikuatirkan kepentingan perdagangan mereka akan jadi kacau bila sampai terjadi perang saudara antara penduduk Medinah, atau karena masih memelihara perjanjian perdamaian dengan mereka itu, maka mereka telah menempuh segala macam cara guna menyebarkan fitnah di kalangan orang-orang Islam serta membangkitkan kebencian antara Muhajirin dan Anshar, membangunkan kembali kedengkian lama antara Aus dan Khazraj dengan menyebut-nyebut sejarah Bu’ath dan cerita yang terdapat dalam persajakan.
Kaum Muslimin sudah mengetahui benar adanya komplotan mereka serta caranya yang berlebih-lebihan itu, sampai-sampai mereka dimasukkan kedalam kelompok kaum munafik, malah dianggap lebih berbahaya lagi. Mereka pernah dikeluarkan dari mesjid secara paksa. Orang tidak mau duduk-duduk atau bicara dengan mereka. Dan akhirnya Nabi a.s. menolak mereka sesudah diusahakannya meyakinkan mereka dengan alasan dan bukti. Sudah tentu pula apabila orang-orang Yahudi Medinah dibiarkan berbuat sekehendak hati, mereka akan terus menjadi-jadi dan terus berusaha mengobarkan fitnah. Dari segi istilah kecermatan diplomasi tidak cukup hanya peringatan dan meminta kewaspadaan terhadap kelicikan mereka itu saja, tapi harus pula supaya mereka berasa bahwa Muslimin juga punya kekuatan yang akan dapat menumpas setiap fitnah yang ada, membasmi jaringan-jaringan fitnah serta mengikis sampai ke akar-akarnya. Cara yang paling baik untuk membuat mereka merasakan hal ini ialah dengan mengirimkan satuan-satuan serta menghadapkannya pada benterokan-benterokan senjata pada beberapa tempat, tapi jangan sampai kekuatan Muslimin itu jadi hancur, yang oleh pihak Yahudi memang diinginkan, dan juga diinginkan oleh pihak Quraisy.
Tipu-daya inilah yang sudah terjadi. Dan terjadinya ini terhadap orang semacam Hamzah, orang yang cepat marah. Untuk menghentikan pertempuran tidak cukup hanya dengan perantaraan seorang pemisah yang mengajak berdamai padahal belum terjadi suatu kontak senjata. Kemudian berhentinya pertempuran itupun dengan terhormat, dengan suatu siasat yang sudah teratur, dengan taktik yang jelas bermaksud mencapai tujuan-tujuan tertentu, yakni seperti yang sudah kita sebutkan – dari satu segi guna menakut-nakuti pihak Yahudi, dan dari segi lain suatu usaha ke arah persetujuan dengan pihak Quraisy untuk memberikan kebebasan yang penuh dalam menjalankan dakwah agama serta upacara-upacara keagamaan, yang sebenarnya memang tidak perlu sampai terjadi perang.
Akan tetapi ini tidak berarti, bahwa Islam menolak perang dalam hal membela diri dan membela keyakinan terhadap siapa saja yang hendak memperdayanya. Sekali-kali tidak. Bahkan Islam mewajibkan pembelaan demikian ini. Tetapi artinya, Islam masa itu, juga sekarang dan demikian pula seterusnya, ia menolak perang permusuhan.
“Dan janganlah kamu melakukan pelanggaran (agresi) sebab Allah tidak menyukai orang-orang yang melakukan pelanggaran.” (Quran, 2: 190)
Apabila kepada Muhajirin pada waktu itu dibenarkan menuntut harta-benda mereka yang telah ditahan oleh Quraisy ketika mereka hijrah, maka membela orang-orang beriman yang mau diperdaya dari agama mereka lebih-lebih lagi dibenarkan. Untuk maksud inilah pertama sekali hukum perang itu diundangkan.
•••
Perang Perang Semasa Khalifa Abu Bakar Ash Shiddiq
- Melanjutkan Perang Ke Syam [ berlangsung selama 40 hari ]
- Perang Riddah [ berlangsung selama 1 tahun, 632 M – 633 M ]
- Perang Menumpas Nabi Palsu
- Thulaihah Al-Asadi
- Musailamah Al Kazab
- Perang Di Iraq
- Dzatus Salasil,
- Madzar,
- Walujah,
- Ullais,
- Herat,
- Anbar,
- ‘Ain Tamar,
- Dumatul Jandal,
- Al-Hushaid dan
- Al-Firadh
- Perang Di Syam
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Selasa, 20 Februari 2018
Langganan:
Postingan (Atom)














































